Pondok Oktara

Share your mind

Buku :”50 Tokoh Islam Liberal Indonesia” Serangan terhadap paham liberal yang menjadi boomerang

By admin • Oct 8th, 2007 • Category: Islam

Beberapa waktu yang lalu,saya sudah mebaca buku tersebut.Buku yang dikarang oleh Budi Handrianto dan dibuka(pengantar) oleh Adian Husaini merupakan salah satu buku yang meyerang kaum liberal.Fenomena buku-buku islam saat ini semakin nampak menjadi ajang yang penyampaian “Pemahaman”.Beberapa buku yang dikarang oleh beberapa kaum liberal selalu ditandingi dengan buku sanggahan dari kaum anti liberal(salaf,fundamentalis,wahabi).

Kali ini kaum “anti liberal” langsung menggebrak dengan menampilkan sejumlah tokoh islam yang pemikirannya dianggap liberal.Mereka menganggap para tokoh ini sudah/sedang melakukan upaya pembusukan bangunan islam dari dalam.Mereka rajin mengamati siapa saja yang sudah masuk ke kaum liberal berdasarkan pengamatan mereka sendiri.

Buku ini ditujukan penulis agar khalayak ramai tahu sapa saja tokoh liberal di indonesia dan dengan harapan tidak mengikuti pemikiran kaum liberal. Bahkan adian husaini menyamakan gerakan islam liberal ini dengan gerakan yahudi liberal.

Sambutan saya atas terbitnya buku ini terus terang bagus,kenapa? Karena saya jadi tahu para tokoh islam liberal beserta pemikirannya.Saya senang membaca latar belakang dan pemikiran kaum liberal.Beberapa pemikiran yang dikritisi kaun non liberal sebagian besar memang masalah pluralisme.Kaum anti liberal secara umum menganggap mereka terpengaruh pemikiran barat,sayang mereka tidak menyebut tentang pengaruh Gamal Al-Banna,seorang pemikir islam asal mesir yang sangat-sangat “liberal” dan “pembaharu”.

Beberapa pemikiran kaum liberal menurut saya sangat bagus dan tidak sepenuhnya “menyimpang” seperti anggapan kaum anti liberal.Malah pemikiran kaum liberal ini mempunyai kemiripan bahkan sama dengan Gamal Al-Banna.

Ada beberapa tokoh yang menurut saya tidak dimasukkan mereka(kaum anti liberal),yang mestinya masuk karena pemikiran mereka sangat bagus dan boleh dibilang liberal,seperti Quraish Shihab dan Amien Rais.

Bagi saya,entah bagi awam lainnya,penerbitan buku ini oleh kaum anti liberal justru bisa jadi merupakan boomerang.


“Seorang mukmin bersaudara dengan mukmin yang lain, ia tidak akan mencelanya, tidak menghalanginya dari haknya dan tidak berperasangka buruk kepadanya.” (Muhammad Baqir)

admin is
Email this author | All posts by admin

24 Responses »

  1. Nunggu Boomerang nyamperin….[ tengak-tengok ]

  2. Bukankah selama ini pikiran2 kaum liberal memang sudah dan selalu dipromosikan oleh orang-orang yang menentangnya? Bukankah orang sprt Cak Nur–tokoh Muslim Liberal–juga dibikin terkenal oleh orang-orang yang menghujatkan baik melalui buku maupun ceramah di masjid2. Menurut saya, lebih baik kita budayakan kritik dengan cara-cara ilmiah dan santun. Tidak perlu menghujat atau menyebut orang lain telah menyimpang atau kafir? Kata Imam Syafii: “Pendapat kita benar, tapi bisa saja salah; dan pendapat mereka salah, tapi bisa saja benar.” Maka, semua orang hendaknya rendah hati sajalah. Jangan merasa paling benar. Gak usah mengutuk2 orang lain sebagai antek-antek barat, yahudi, dll. handphone yang anda pake juga bikinan yahudi toh?

    Saya setuju dengan anda.Makanya buku ini menjadi boomerang bagi mereka yang selalu menjelekkan kaum liberal.

  3. saya hanya ingin mengatakan : jangan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah tetapi kita sendiri lah yang seharusnya mencari kebenaran untuk diri sendiri. toh kebenaran itu yang akan menghantar kita pada suatu yang baik.ukuran kebenaran siapa sich yang athu ????

  4. tulisan ini bagus,
    tetapi kebebasan berfikir merupakan hak setiap individu.biarkan orang liberal berfikir dengan cara mereka sendiri selama mereka masih berada dalam koridor-koridor kebenaran maka tidak sepatutnya kita menghina,mengutuk,atau mengkafirkan orang yang berbeda pemikiran dengan kita.yang menjadi musuh kita ialah musuh kemanusiaan,bukan sesama manusia yang masih beriman kepada tuhan yang maha esa.

  5. Kalau saudara menilai kebenaran dari satu sisi, anda akan terjebak dan tanpa sadar anda sudah menjadi golongan mereka. Siapakah mereka? Mereka ialah kaum munafik dan fasiq laknatullah yang mengajak manusia kejalan kemusyrikan dan kekafiran. Sepak terjang mereka mengacak-acak isi kandungan Al-Quran “seenak wudhelle dhewe” menjungkir balikkan fakta dan mengikuti hawa nafsunya sendiri. Mereka sudah dicuci otak oleh Amerika dan Barat dan sudah didanai setiap tahunnya Rp. 1,4 M untuk melakukan pembusukkan islam dari dalam. Wahai orang munafik lagi kafir, Neraka Jahanam sudah menanti dan memanggilmu setiap hari, temuilah dia dengan suka cita sebagaimana suka citanya dirimu menginjak-injak islam. Temanilah dan tinggallah untuk selama-lamanya dirimu disana.

    Oktara: Menurut saya,JIL tidak melakukan pembusukan Islam dari dalam seperti banyak dituduhkan.Mereka tidak mengacak acak Qur’an,mungkin hanya beda penafsiran dengan kebanyakan.

  6. Terima kasih atas tanggapannya.
    Sebagai bahan Referensi, silakan baca buku 50 Tokoh Jil di Indonesia dan Virus-virus Syari’at Upaya Menjauhkan Umat Islam dari Al-Quran. Disana akan ditemui bukti-bukti otentik atas sepak terjangnya.

  7. Berbeda pendapat bukan hal yang TERLARANG, akan tetapi manakala kita berbeda pendapat dan merasa kita yang paling benar itulah yang menjadi TERLARANG.
    Manakala ada pemikiran yang berbeda baik secara substansi maupun sekedar pemikiran atau menafsirkan nash nash AL QURAN, jalankanlah keyakinan itu untuk diri sendiri saja dan jangan mempengaruihi orang lain untuk ikut dan yakin dengan kebenaran yang diyakini tersebut, karena bila sudah sampai berbuat hal demikian, maka wajar bila ada kelompok lain yang merasa terganggu dan berprinsip wajib menjaga aset dan keyakinannya, yang dibangun dengan susah payah dan waktu yang sangat panjang.
    Kenapa kalian harus berbuat yang bisa membuat orang lain / kelompok lain resah, bukankan kita dianjurkan untuk hidup damai berdampingan dengan siapapun dan dalam situasi apa pun.

  8. Maaf, saya kurang sependapat dengan pemikiran anda bila seseorang memiliki keyakinan yang hakiki harus untuk diri sendiri?! Bukan kah Islam itu agama rahmatan lil alamin? yang artinya kita harus melakukan amar ma’ruf Nahi munkar. Setelah kita sampaikan bilisani, maka gugur kewajiban kita dan tanggung jawab kita dihadapan Allah swt kelak karena hidayah hanyalah milik Allah semata. Sementara kalau kita biarkan kesesatan maka tunggulah azab yang pedih dari Allah swt. atas sikap masa bodoh dan berpangku tangan tersebut. Bila kesesatan dan kesalahan kita biarkan, itulah dosa dan memancing murkanya Allah.
    Kami tidak ada maksud membuat kelompok lain yang resah, resahnya mereka karena sikap “nyeleneh”nya yang bertindak “sewudhele dhewe” tanpa menggunakan dalil yang benar. Mereka hanya menggunakan akal/logika semata… Lalu siapakah yang membuat akal tersebut? Bukankah kemampuan OTAK manusia itu sangat terbatas?!!

    Oktara: nyeleneh atau semaunya hanya istilah yang digunakan karena pendapat mereka berbeda dengan kebanyakan atau yang umum.Tidak ada salahnya mereka mencoba menggali kembali atau menafsir kembali.Toh yang menentang mereka sebenarnya juga memakai pemikiran ulama terdahulu(spt hadist bukhari,kitab fikih).Jadi sepertinya intinya sama saja,menggunakan akal dan logika,bedanya kaum liberal tidak terpaku dan diam ditempat,mereka coba menggali.Sedangkan fundamentalis memegang erat2 pemikiran ulama terdahulu dan tidak mau re thinking.

  9. fenomena islam liberal di Indonesia sebenarnya sudah lama hadir,namun pada awal kehadirannya di Indonesia yang dibawa oleh tokohnya yang berinisial HN,faham islam liberal ini yang sekarang disebut dengan jaringan islam liberal (jil) ini tidak /belum dianggap membahayakan oleh para tokoh islam bagi kelangsungan umat.namun pada perkembangannya jil ini semakin berani menampakkan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat dengan pemikiran-pemikiran yang sudah sangat kelewatan yang bukan hanya bertentangan dengan syariah yang benar bahkan sudah sampai kepada pertentangan dengan aqidah islam yang benar.sehingga beberapa kalangan menganalogikan tindakan mereka ini seperti “kucing yang ingin kawin,semakin di biarkan suaranya akan semakin memekakan telinga kita”.apakah hal yang bisa menyesatkan pemikiran seperti ini akan tetap kita biarkan tumbuh dan berkembang di tengah-tengah umat yang sedang dilanda krisis multi dimensi ini sehingga meracuni pemikiran kita semua.untuk saudari icha,ukuran kebenaran itu memang subjektif sekali,tapi kebenaran yang hakiki menurut islam adalah kebenaran yang didasarkan atas Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah As-Sunnah (Sunnah Rasulullah).apabila kebenaran yang di klaim oleh salah satu pihak (ambil contoh jil) sudah bertentangan dengan kebenaran yang terkandung dalam kedua dasar hukum diatas maka apakah masih bisa dikatakan pemikiran-pemikiran mereka itu masih benar ataukah sudah tidak benar?sehingga saya sampai pada kesimpulan,tugas kita semua lah untuk meng counter pemikiran-pemikiran keislaman seperti ini agar generasi-generasi yang akan datang pemikiran keislamannya tidak terkontaminasi pemikiran menyesatkan.terimakasih

    oktara: Terima kasih atas comment dan pendaptnya.Sedikit mengomentari.Tadi disebutkan bahwa kebenaran dasar adalah qur’an dan Sunnah Rasul.Dan menurut pendapat anda bahwa pemikiran JIL bertentangan dengan 2 dasar hukum tersebut.kalau saya melihatnya lain,JIL bukannya bertentangn tapi ‘berbeda’ penafsiran .Tidak salah jika penafsiran berbeda.Toh,siapa yang bisa mengklaim golongan mana yang ‘penafisran’ nya terhadap 2 hukum dasar tersebut paling benar?.Yang ada pasti bermacam penafsiran.Dan yang penting adalah menghargai penafsiran2 yang berbeda tersebut.Jangan merasa paling benar.

  10. Weah…. ada juga ya pendukung JIL. Betapa Bodohnya orang seperti ini. Malah mengatakan JIL bukannya bertentangn tapi ‘berbeda’ penafsiran .Tidak salah jika penafsiran berbeda.Toh, siapa yang bisa mengklaim golongan mana yang ‘penafisran’ nya terhadap 2 hukum dasar tersebut paling benar. Masya Allah! kok ngomong gitu tho….Anda juga harus tahu, siapa di balik JIL? Donaturnya, pengembangannya, dll? Siapakah Tuhan anda? Melalui apa sang Tuhan menyampaikan kebenaran dan risalah-Nya? Siapakah nabi anda? Bgm sosok nabi anda di mata Tuhannya? Apa yang diwariskan sang Nabi saat menjelang ajalnya? Kalo anda, bisa menjawab pertanyaan ini, betapa bodohnya kalo masih belain JIL. Tapi kalo gak bisa jawab pertanyaan ini, berarti anda memang harus banyak belajar Islam dengan baik, terutama Al Qur’an dan Assunnah.

    oktara:
    Siapakah Tuhan anda? Tuhan anda dan mereka(JIL red) pasti sama kan
    Melalui apa sang Tuhan menyampaikan kebenaran dan risalah-Nya? Siapakah nabi anda? Bgm sosok nabi anda di mata Tuhannya? Ini juga saya yakin jawaban anda sama.
    Apa yang diwariskan sang Nabi saat menjelang ajalnya? Anda mau jawaban versi siapa?Sunni atau Syi’ah?
    JIL belum tentu salah dan belum tentu benar,begitu juga dengan yang anda yakini.

  11. Untuk CITRA PRIBADI………….., OKTARA, dan Pendukung JIL

    Berapa lama anda berguru dengan Ulil, Gus Dur, Azyzumardi Azra? Pantesan…………..

  12. saya pernah membaca sebuah artikel yang ditulis salah satu dari tokoh liberal. dia mengomentari hadis rasululloh yang mengatakan: “yahudi telah terbelah menjadi 71 golongan, nasrani telah terbelah menjadi 72 golongan, sedangkan umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan. semua akan masuk neraka kecuali satu golongan yang selamat”
    menurut dia hadis ini sangat provokatif , membuat umat islam sekarang merasa benar sendiri dan saling menyalahkan golongan yang lain, ujung2nya menuduh sesat…
    dia kemudian berkomentar: alangkah indahnya jika beberapa kalimat di akhir hadits itu berbunyi: semuanya akan masuk surga, kecuali satu golongan saja yang akan masuk neraka….toh rasulullah hidup jauh sebelum kita, ucapan rosulullah yang sampai kepada kita masih melewati puluhan generasi…apakah tidak mungkin salah satu dari perawi hadis itu salah mengucapkan?

    (Weleh…weleh….weleh….) apakah syarat untuk bisa disebut “cendekiawan muslim” harus memiliki pemikiran2 sperti ini? rasulullah bukan provokator, saya yakin kita smua sepakat dengan itu, saya tidak habis fikir, kenapa si cendekiawan ini berani menilai hadis ini provokatif?? bukan itu saja, hadis ini yang meriwatkan bukan hanya satu orang, ada beberapa ahli hadis yang sudah disepakati ke “tsiqoh” annya, saya bisa sebutkan disitu ada nama Abu dawud, tirmidzi, ibnu majah, al-hakim, Ahmad. dan si cendekiawan ini meragukan mereka semua??? saya tanya pada anda semua, mereka ataukah si cendekiawan ini yang lebih pantas diragukan? hadis rosululloh ataukah hadis monyet ini yang benar??
    jadi mas oktara yang jenius…apakah hal semacam ini masih dikategorikan sebagai salah penafsiran? bukankah jelas ini sebuah pengingkaran?
    menjalankan agama bukan hanya dengan cara berfikir dengan otak doang… apalagi otak pas-pasan lalu dipaksa-paksain biar bisa dinilai sebagai pembaru, mujtahid, demokrat sejati, atau kayak filsuf yunani… tapi yang jauh lebih penting dari itu adalah AKHLAK! orang bodoh tapi berakhlak jauh lebih baik daripada jenius tapi gak punya akhlak, berfikir emang baik, tapi ada batasan2 tertentu yang tidak boleh kita lewati begitu saja… batasan2 ini tidak akan mengerdilkan otak kita kok..tenang aja… saya suka dengan orang2 yang suka berfikir…tapi please…gunakanlah akhlak….

    Oktara:
    Saya sangat setuju dengan pernyataan Akhlak jauh lebih penting.
    Mengenai penafsiran seperti keterangan diatas saya msh tetap kalau itu hanya perbedaan penafsiran.

  13. Terima kasih Tuhan, telah Engkau karuniai kami dengan otak dan hati.

    Terima kasih Tuhan, atas perbedaan-perbedaan yang Engkau ciptakan.

    Semoga perbedaan itu menjadikan kami sebagai makhluk-Mu yang semakin beriman, dan mengagumi kebesaranMu, Tuhan..

  14. kaum orientalis akan selalu bermain di wilayah abu-

    abu..ketika orang sudah bisa menerima yg abu-abu,kaum

    orientalis akan mengajak mereka ke wilayah hitam..saya

    termasuk tidak antipati terhadap perbedaan, termasuk

    perbedaan penafsiran..saya sendiri mengkritisi pendapat

    imam Ghazali (bab harta pada kitab Ihya)ataupun imam syafii

    pada fikih tentang Zakat.. tp penafsiran yg dilakukan kaum

    liberal itu sudah jauh menyimpang!

    buat mas Oktara, anda jgn

    menduga bahwa saya menggunakan penafsiran2 ulama

    dahulu untuk menilai benar-tidaknya penafsiran oleh kaum

    liberal..saya sudah melihat sendiri ada penafsiran yg sengaja

    di salahkan,coba anda baca bukunya Adnin Armas yg judulnya

    pengaruh kristen orientalis thd jaringan islam liberal..jadi ini

    bukan semata-mata soal perbedaan penafsiran agama,tp

    upaya untuk menghancurkan Aqidah yg merupakan pondasi

    agama itu sendiri…atau upaya penghancuran terhadap

    Aqidah itu menurut anda hanyalah sebuah penafsiran?ada

    argumen dari kaum liberal yg tidak

    sesuai dengan fakta sejarah.yg jadi rujukan kamu liberal itu

    kan juga penafsiran dari kaum orientalis seperti fatimah

    mernisi, faucoult,derrida…kenapa org2 liberal lebih percaya

    terhadap mereka?apakah mereka orang2 “suci” yg sudah

    pasti benar?jangan membawa ke wilayah abu-abu donk…

  15. satu lagi Mas…
    lebih baik waktu kita habiskan buat hal-hal yg lebih bermanfaat..mencari ilmu,beribadah yg tekun (jangan-jangan kita debat seperti ni tp Sholat aja jarang)..berbuat baik kepada org lain…produktif..dan lain lain lah..perdebatan seperti ini gak akan ada habisnya walo samapai tua dan mati..sampai sampai kita kita lupa beribadah (semoga anda tidak berpendapat bahwa berdebat seperti ini juga merupakan ibadah)….yg rugi kita sendiri kan…jangan pertaruhkan masa depan dengan hal-hal yg melalaikan…

  16. semoga rahmah dan hidayahNya sampai pada anda para pendukung JIL shg anda segera ber istigfar dan insya Allah dosa dan kekeliruan anda dimaafkan ingat mati segeralah buka hati tobat…tobat…

  17. ingat mati..tobat…tobat…semoga anda para pendukung JIl diberi hidayah oleh Allah, shg anda selamat..buka hati pelajari islam dgn harapan mendapat cahaya kebenaran, jangan salah mengambil guru..banyak2 istigfar semoga Allah mengampuni kita semua..ampun Allah …ampun…

  18. islam itu hanya satu sumbernya Qur’an dan hadits sahih menurut faham salafushalih. Tidak ada Islam liberal dan tidak liberal Kita jangan memandang ISLAM.QURA’AN ,HADITS ,WAHYU dan lain-lain seperti pandangan orang-orang kafir.Kita semua umat muslim bersaudara. kita janganlah malah memihak kepada orang-orang kafir . Allah sudah mengingatkan kita;Karena mereka telah memutus janjinya dan telah merobah makna kalimah Allah dari makna yang semestinya Kami kutuk mereka dan Kami jadikan hati mrereka keras membatu………..(QS.5:13-14

  19. Great post! I’ll subscribe right now wth my feedreader software!

  20. mereka merubah firman Allah dari ma”na yang semestinya dan melalaikan sebagian ayat yang mereka diperingatkan dengannya dan senantiasa akan kamu jumpai mereka selalu berkhianat ,kecuali sedikit mereka yang tidak khianat ,maka biarkanlah mereka karena Allah itu menykai orang-orang yang melakukan kebaikan.Dan sebagian orang -orang Nasrani telah Kami ambil janji tapi mereka melupakan janji itu, maka Kami timbulkan diantara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat maka Kami akan beritahukan apa yang mereka lakukan.

  21. orang beriman itu senantiasa khusyu’ dan tawadhu’ kepada Allah dan rasul-NYA,namun tidak demikian sikap para pengibar jaringan islam liberal mereka selalu menafikan hukum Allah dan rasul-Nya.Mereka suka belajar Islam dari orang kafir sehingga ketularan sikap mereka. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.(QS.60:1)
    karena jil sudah lebih dekat dengan orang-orang kafir maka mereka suka melanggar ketentuan Allah dalam QS.49:1,2
    1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya[1407] dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
    . Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu[1408], sedangkan kamu tidak menyadari.

    . Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu[1408], sedangkan kamu tidak menyadari.

    . Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu[1408], sedangkan kamu tidak menyadari.

  22. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.

  23. Assalamualaikum….
    Orang2 islam liberal tu sebenarnya mereka fundamentalis juga…
    Sebenarnya mereka juga mau memonopoli kebenaran sesuai pandangan mereka sendiri (dalam hal ini konsep liberal atau kebebasan menafsirkan yang mereka lakukan itu paling benar)….
    Anda semua disini bisa melihat kenyataan bahwa makhluk2 islam liberal itu juga sering memberi cap buruk pada orang2 yang berbeda pendapat dengan mereka….
    Bahkan tidak jarang kata2 kasar mereka tujukan pada orang2 yang tidak sepaham dengan mereka….
    Saya katakan mereka fundamentalis karena mereka menilai kebenaran berdasarkan atas landasan yang mereka usung….

  24. Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat[183], itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat[184]. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
    Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” QS. 5 :7,8

Leave a Reply